Wali Kota Padang Dorong Percepatan Infrastruktur Air Bersih dan Pengelolaan Sampah di Padang

×

Wali Kota Padang Dorong Percepatan Infrastruktur Air Bersih dan Pengelolaan Sampah di Padang

Bagikan berita
Wali Kota Padang Fadly Amran Bersama Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat, Maria Doeni Isa, di Kantor BPBPK Sumbar, Selasa (15/9/2026).
Wali Kota Padang Fadly Amran Bersama Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat, Maria Doeni Isa, di Kantor BPBPK Sumbar, Selasa (15/9/2026).

PADANG, Menara Info — Wali Kota Padang Fadly Amran mendorong percepatan dukungan pemerintah pusat untuk penguatan layanan dasar masyarakat, khususnya air bersih, pengelolaan sampah, serta pemulihan infrastruktur terdampak bencana hidrometeorologi.

Hal itu disampaikan Fadly saat melakukan audiensi dengan Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat, Maria Doeni Isa, di Kantor BPBPK Sumbar, Selasa (15/9/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Didi Aryadi, sejumlah kepala OPD terkait, serta Direktur Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal.

Dalam audiensi itu, pembahasan diarahkan pada keberlanjutan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, sekaligus optimalisasi dukungan anggaran pemerintah pusat agar pemulihan infrastruktur dan layanan dasar di Kota Padang dapat berjalan lebih cepat.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Fadly menyebut kerja sama Pemerintah Kota Padang dengan Universitas Andalas (Unand) dalam pengembangan SPAM telah menemukan titik terang.

Menurutnya, pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi dapat diperluas hingga sambungan rumah bagi masyarakat yang terdampak kekeringan, khususnya di Kecamatan Pauh dan Kuranji.

“Kerja sama dengan Unand sudah menemukan titik terang. Kita berharap ini berlanjut menjadi SPAM emergency dan SPAM untuk masyarakat terdampak kekeringan, sehingga persoalan air bersih dapat ditangani secara berkelanjutan,” ujar Fadly.

Selain SPAM Unand, Fadly juga menyampaikan kondisi lahan untuk pembangunan SPAM Gunung Pangilun. Dari kebutuhan sekitar 13.000 meter persegi, saat ini lahan yang tersedia baru 8.175 meter persegi.

Karena itu, Pemko Padang berharap adanya solusi teknis sehingga pembangunan SPAM Gunung Pangilun tetap dapat direalisasikan.

“Kondisi air bersih kita sedang darurat, sehingga pembangunan SPAM Gunung Pangilun harus tetap berjalan. Kami berharap anggaran pemerintah pusat untuk proyek ini dapat diperjuangkan agar tetap dialokasikan untuk Kota Padang,” katanya.

Editor : Veby Rikiyanto
Bagikan

Berita Terkait
Terkini