TERNATE (19/9/2026) - Sebanyak 416 tenaga kerja di Maluku Utara telah memiliki kompetensi untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
“Penutupan pelatihan hari ini bukan berarti berakhirnya proses belajar. Ini adalah awal bagi para peserta untuk menerapkan kompetensi yang telah diperoleh di dunia nyata,” ujar Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor.
Hal itu disampaikannya, saat menutup PVN Batch IV sekaligus membuka Pelatihan Peningkatan Produktivitas di BPVP Ternate, Maluku Utara, Jumat (18/9/2026).
Para peserta telah menyelesaikan Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch IV yang dilaksanakan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ternate dan Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Sofifi.
Wamenaker Afriansyah mengatakan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mendorong penyelarasan program pelatihan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Langkah ini dilakukan agar kompetensi yang diberikan melalui pelatihan relevan dengan kebutuhan dunia kerja.Ia mengatakan kompetensi dan keterampilan yang diperoleh melalui PVN menjadi modal bagi tenaga kerja di Maluku Utara untuk memasuki dunia kerja dan meningkatkan produktivitas.
Kesiapan tersebut juga diperlukan agar tenaga kerja lokal memiliki daya saing dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Bagi lulusan yang belum langsung terserap di pasar kerja, Afriansyah mendorong mereka memanfaatkan keterampilan yang telah diperoleh untuk melihat peluang dan mengembangkan usaha mandiri.
“Kami mengimbau para lulusan untuk memanfaatkan kompetensi tersebut dalam mengembangkan usaha mandiri dan menciptakan lapangan kerja baru,” katanya.
Editor : Al Mangindo