6800 Bangunan Terdampak Reaktivasi Rel KAI, Wagub Sumbar Tekankan Sosialisasi Terkoordinasi

×

6800 Bangunan Terdampak Reaktivasi Rel KAI, Wagub Sumbar Tekankan Sosialisasi Terkoordinasi

Bagikan berita
Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy. (humas)
Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy. (humas)

PADANG (2/11/2026) - Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy berharap, reaktivasi jalur kereta api ini berjalan sesuai harapan karena besar manfaatnya untuk masyarakat dan daerah.

“Sosialisasi harus dilakukan secara jelas dan terkoordinasi agar masyarakat bisa memahami tujuan dan proses yang akan dilaksanakan,” terang Vasko di Padang, Senin.

Pesan itu disampaikannya, sekaitan dengan rencana manajemen PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang akan melakukan sosialisasi terkait penertiban dan pengosongan lahan di sepanjang jalur kereta api di Sumbar.

Dukungan tersebut disampaikan Vasko merespon permintaan Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin, agar Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut membantu menyosialisasikan penertiban sekitar 6.800 bangunan yang teridentifikasi berpotensi mengganggu jalur bebas kereta api di Sumbar.

Dia menyatakan, Pemerintah Provinsi Sumbar siap mendukung agenda sosialisasi ini. Dukungan tersebut merupakan wujud dari komitmen pemerintah daerah untuk memperlancar rencana reaktivasi jalur kereta api di Sumbar.

Ia meyakini masyarakat akan dapat menerima rencana tersebut, asalkan sosialisasi dilakukan dengan koordinasi dan komunikasi yang baik.

“Prinsipnya, Pemprov Sumbar siap mendukung KAI dalam sosialisasi. Terkait teknis pelaksanaannya nanti akan kita komunikasikan lebih lanjut dengan pihak KAI," tegas Wagub Vasko.

Bobby menyampaikan permintaan tersebut saat pencanangan reaktivasi jalur kereta api Sumbar di Stasiun Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, pada Selasa (27/10/2026) lalu.

Menurutnya, keberadaan bangunan di atas lahan milik KAI menjadi salah satu tantangan dalam mengaktifkan kembali jalur kereta api, selain kondisi geografis Sumbar yang berbukit dan potensi bencana alam.

“Kami mohon bantuan Forkopimda untuk sama-sama melakukan sosialisasi agar tidak ada lagi bangunan-bangunan di sekitar rel kereta api,” ujar Bobby.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini