Ia menjelaskan, jalur kereta api membutuhkan ruang bebas masing-masing enam meter di sisi kanan dan kiri rel, sehingga total ruang bebas yang diperlukan mencapai 12 meter.
Berdasarkan hasil identifikasi, terdapat sekitar 6.800 bangunan yang berpotensi mengganggu pemenuhan ruang bebas tersebut.
Bobby mengatakan, reaktivasi jalur kereta api di Sumbar direncanakan dilakukan secara bertahap. Tahap awal akan difokuskan pada jalur Kayu Tanam–Padang Panjang sepanjang 15,3 kilometer yang direncanakan mulai dikerjakan pada 2027.
Selanjutnya, reaktivasi akan dilanjutkan pada jalur menuju Solok dan Sawahlunto. Selanjutnya, pemgembangan direncanakan menghubungkan Padang Panjang dengan Bukittinggi, Payakumbuh, hingga Limbanang di Kabupaten Limapuluh Kota, yang berbatasan dengan Riau.
Diketahui, Pencanangan reaktivasi jalur kereta api Sumbar telah dilaksanakan pada Senin (27/10/2026) lalu di Stasiun Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman.Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Donny Oskaria; Plt Direktur Prasarana Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Rosita; serta sejumlah pejabat pusat dan daerah lainnya. (*)
Editor : Al Mangindo