Kru Helikopter Gugur Padamkan Karhutla, DPR Desak Evaluasi Menyeluruh Operasi Keselamatan

×

Kru Helikopter Gugur Padamkan Karhutla, DPR Desak Evaluasi Menyeluruh Operasi Keselamatan

Bagikan berita
Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin. (humas)
Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin. (humas)

JAKARTA (7/11/2026) - Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin berharap, lima kru yang selamat segera pulih dan dua kru lainnya dapat dievakuasi dengan selamat.

Menurutnya, keselamatan petugas harus menjadi perhatian utama dalam setiap pelaksanaan misi kemanusiaan, termasuk operasi pemadaman Karhutla.

“Saya juga berharap lima kru yang selamat segera pulih dan dua kru lainnya dapat dievakuasi dengan selamat. Keselamatan para petugas yang menjalankan misi kemanusiaan harus menjadi perhatian utama. Mereka mempertaruhkan nyawa untuk melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan,” kata Nurul Arifin.

Hal itu disampaikan politisi Fraksi Partai Golkar DPR RI, dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11/2026). Dikesempatan itu, dia menyampaikan belasungkawa atas gugurnya satu kru helikopter water bombing Mi-17V5 di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11/2026).

Ia menyebut pengorbanan almarhum sebagai bentuk dedikasi dan pengabdian kepada negara dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Dia meminta pemerintah dan seluruh pihak terkait, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Evaluasi tersebut perlu mencakup aspek keselamatan personel, kelayakan peralatan, hingga prosedur operasional di lapangan.

“Saya menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya satu kru helikopter Mi-17V5 saat menjalankan tugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. Pengorbanan almarhum merupakan bentuk dedikasi dan pengabdian kepada negara.”

“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Nurul.

Nurul menegaskan, pengabdian petugas yang menjalankan misi berisiko tinggi harus diimbangi dengan perlindungan dan dukungan keselamatan yang memadai.

Karena itu, evaluasi terhadap peralatan dan prosedur operasional diperlukan agar seluruh aspek keselamatan benar-benar diperhatikan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini