Pidato di Forum Demokrasi Habibie, Puan Soroti Ketimpangan dan Hak Politik

×

Pidato di Forum Demokrasi Habibie, Puan Soroti Ketimpangan dan Hak Politik

Bagikan berita
Ketua DPR RI, Puan Maharani saat didapuk jadi pembicara dalam Habibie Democracy Forum 2026 di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (3/11/2026). (humas)
Ketua DPR RI, Puan Maharani saat didapuk jadi pembicara dalam Habibie Democracy Forum 2026 di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (3/11/2026). (humas)

JAKARTA (7/11/2026) - Ketua DPR RI, Puan Maharani mengenang awal The Habibie Center pertama didirikan pada tahun 1999. Kata Puan, saat itu, Indonesia baru saja mengambil langkah-langkah awal dalam perjalanan reformasinya.

“Indonesia memasuki babak baru perjalanan sejarahnya, dengan membawa harapan besar untuk membangun kehidupan demokrasi yang lebih bermartabat; menempatkan kembali kedaulatan rakyat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” papar Puan.

Hal itu disampaikannya, saat didapuk untuk menyampaikan pidato kebangsaan dalam acara Habibie Democracy Forum (HDF) 2026 yang digelar di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (3/11/2026). Dikesempatan ini, Puan berbicara soal demokrasi di mana kekuasaan Negara harus memperoleh legitimasi dari rakyat.

HDF merupakan forum yang diselenggarakan oleh The Habibie Center, lembaga independen non-profif yang didirikan Presiden ke-3 RI, Prof BJ Habibie dan keluarga.

“Puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat-Nya sehingga kita dapat berkumpul dalam forum yang penting dan strategis ini,” kata Puan di awal Pidato Kebangsaannya.

Kehadiran Puan disambut oleh Ketua Dewan Pembina The Habibie Center, Ilham Akbar Habibie, Ketua Dewan Pengurus The Habibie Center, Dewi Fortuna Anwar, Direktur Eksekutif The Habibie Center, Nadia Habibie, beserta jajaran The Habibie Center.

Puan datang didampingi Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris dan Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Dony Maryadi Oekon.

Habibie Democracy Forum 2026 juga dihadiri oleh sejumlah tokoh dari dalam dan luar negeri, di antaranya Menteri Besar Selangor, Dato’ Seri Amirudin bin Shari, Head of the Indonesia and East Timor Office, Konrad-Adenauer-Stiftung, Jan Senkyr.

Juga hadir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode 1993-1998, Wardiman Djojonegoro, Gubernur Lemhannas RI, TB Ace Hasan Syadzily, hingga Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja.

Pada Habibie Democracy Forum 2026 yang mengusung tema ‘Tantangan Kepemimpinan bagi Masa Depan Demokrasi Indonesia’ dalam rangka peringatan 27 tahun The Habibie Center ini, Puan juga menyinggung soal sejarah peradaban bangsa-bangsa yang menunjukkan bahwa kedaulatan rakyat bukanlah gagasan yang lahir dalam satu zaman.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini