Pidato di Forum Demokrasi Habibie, Puan Soroti Ketimpangan dan Hak Politik

×

Pidato di Forum Demokrasi Habibie, Puan Soroti Ketimpangan dan Hak Politik

Bagikan berita
Ketua DPR RI, Puan Maharani saat didapuk jadi pembicara dalam Habibie Democracy Forum 2026 di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (3/11/2026). (humas)
Ketua DPR RI, Puan Maharani saat didapuk jadi pembicara dalam Habibie Democracy Forum 2026 di Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (3/11/2026). (humas)

“Sebagai contoh bagi kita semua, Soekarno menghadirkan kepemimpinan yang mengubah arah sejarah bangsa Indonesia, membangun tatanan masyarakat baru yang merdeka,

mempersatukan bangsa Indonesia, dan menggerakkan perubahan yang sebelumnya dianggap mustahil, yaitu membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelas Puan.

Selain sang kakek, Puan menyebut masih terdapat banyak tokoh nasional yang juga memiliki kepemimpinan dalam menentukan arah dan pembangunan Indonesia.

“Dalah satunya adalah Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, Presiden ke-3 Republik Indonesia, pendiri The Habibie Center yang telah membuka jalan bagi keberlanjutan demokratisasi dan reformasi politik di Indonesia,” tutur Puan.

Puan pun menegaskan, kepemimpinan yang bernilai, tidak ditentukan oleh lamanya kekuasaan yang dimiliki seseorang, melainkan oleh besarnya perubahan yang dihasilkan, serta pengaruh yang ditinggalkan bagi generasi berikutnya.

“Di forum yang strategis ini, izinkan saya mengajak kita semua kembali memperkuat gagasan yang sebenarnya sudah menjadi tekad bangsa Indonesia sejak awal penyusunan kemerdekaan yaitu demokrasi yang kita inginkan adalah demokrasi yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial,” ucapnya.

Puan juga mengingatkan, demokrasi tidak boleh berhenti pada hak rakyat untuk memilih dan dipilih.

“Hakikat demokrasi adalah mewujudkan aspirasi yang terkandung dalam suara rakyat: kehidupan yang lebih baik, lebih adil, dan lebih sejahtera,” terang Puan.

“Karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan demokrasi politik berjalan seiring dengan demokrasi ekonomi, sehingga kedaulatan rakyat benar-benar bermuara pada keadilan sosial dan kesejahteraan seluruh rakyat,” sambungnya.

Adapun The Habibie Center (THC) didirikan oleh Prof. B.J. Habibie dan keluarga pada 10 November 1999 dengan visi mewujudkan masyarakat Indonesia yang modern dan demokratis secara kultural dan struktural, yang didasarkan pada nilai-nilai moralitas dan integritas budaya dan agama.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini