Mengingat kebutuhan masyarakat tidak dapat menunggu seluruh pekerjaan selesai, Satgas PRR mendorong penanganan mendesak diprioritaskan untuk memulihkan fungsi irigasi dan mengurangi risiko banjir.
Perlindungan akses masyarakat juga menjadi perhatian melalui pembangunan turap Sungai Batu Busuk yang menggunakan anggaran Transfer ke Daerah (TKD).
Pekerjaan ini bertujuan memperkuat tebing sungai untuk mengantisipasi longsor yang mengancam badan jalan.
Pemerintah daerah diminta mengawal mutu dan mempercepat pekerjaan agar keamanan serta kelancaran akses warga tetap terjaga.
“Secara umum, kegiatan pemulihan pascabencana berjalan, namun diperlukan percepatan Huntap, prioritas penanganan infrastruktur yang mendesak, serta penguatan koordinasi dan sistem peringatan dini bencana,” ujar Yopie.Untuk mendukung kesiapsiagaan, tim turut beraudiensi dengan Kapolda Sumatera Barat yang memperkenalkan aplikasi pelaporan cepat terintegrasi dengan masyarakat dan memberikan sinyal peringatan dini.
Satgas PRR bersama Polda Sumatera Barat akan menjajaki pemanfaatan sistem tersebut guna mempercepat penyampaian informasi, koordinasi, dan respons awal terhadap bencana. (*)
Editor : Al Mangindo