Batang Arau; Antara Nostalgia Kota Tua dan Tantangan Ekologi Kawasan

Foto Andi, ST., MT
×

Batang Arau; Antara Nostalgia Kota Tua dan Tantangan Ekologi Kawasan

Bagikan opini
Ilustrasi Batang Arau; Antara Nostalgia Kota Tua dan Tantangan Ekologi Kawasan

Dimensi trotoar sebenarnya cukup ideal dengan lebar bervariasi antara dua hingga lima meter.

Namun, kenyataannya sirkulasi ini banyak yang terputus oleh ramp kendaraan untuk parkir serta okupansi oleh pedagang makanan yang beroperasi tepat di atas jalur pejalan kaki."

Keberadaan guiding block untuk tunanetra menjadi sebuah kondisi yang menyedihkan; ia menjadi jalur buntu yang mengarah langsung ke parkir sepeda motor atau lapak pedagang kaki lima.

Masalah ini bukan sekadar cacat desain, melainkan isu keadilan sosial di mana hak warga atas ruang yang inklusif dikalahkan oleh 'ketidakteraturan fisik'.

Dibutuhkan pendekatan Tactical Urbanism dan Low Impact Development (LID) yang menawarkan intervensi cepat berbiaya rendah namun berdampak besar pada mikro-ekologi kawasan ini.

Strategi transformatif yang harus segera diimplementasikan meliputi:

Intervensi Cepat dan Naratif: Penggunaan pergola modular tanaman rambat dan pengembangan pocket park di ruang sisa.

Sangat diperlukan penambahan panel naratif di sepanjang jalur untuk menghidupkan kembali cerita sejarah dan fungsi ekologi sungai yang selama ini terpendam bagi publik.

Infrastruktur Biru-Hijau: Pembangunan rain garden di sudut-sudut blok yang berfungsi sebagai filter alami limbah cair sebelum mencapai sungai, sekaligus mengurangi limpasan air hujan.

Vegetasi Baru: Untuk mengembalikan kenyamanan termal dan memperkuat struktur riparian (zona peralihan antara daratan dan perairan), diperlukan pemilihan vegetasi dengan fungsi spesifik.

Bagikan

Opini lainnya
Terkini