Batang Arau; Antara Nostalgia Kota Tua dan Tantangan Ekologi Kawasan

Foto Andi, ST., MT
×

Batang Arau; Antara Nostalgia Kota Tua dan Tantangan Ekologi Kawasan

Bagikan opini
Ilustrasi Batang Arau; Antara Nostalgia Kota Tua dan Tantangan Ekologi Kawasan

Revolusi Jalur Pedestrian; penggunaan material trotoar yang mampu menyerap panas/ radiasi matahari, mampu menurunkan suhu, mampu menyerap air dengan cepat dan memungkinkan air hujan cepat meresap ke dalam tanah.

Proses penguapan air ini secara alami membantu mendinginkan suhu permukaan jalan.

Hal ini dicapai melalui penggunaan material seperti Porous Paving Block atau Porous Concrete bukan dengan matrial keramik atau melalui pengecoran beton.

Masa depan Batang Arau tidak lagi hanya digantungkan pada proyek fisik yang bersifat 'kosmetik'.

Infrastruktur hijau harus dipandang sebagai investasi kesehatan jangka panjang kota, bukan sekadar hiasan.

Untuk memastikan keberlanjutannya, diperlukan juga audit rutin berbasis Indeks Kualitas RTH (IK-RTH) sebagai alat kontrol kualitas ruang publik secara ilmiah.

Keberhasilan jangka panjang memerlukan model tata kelola kolaboratif antara pemerintah, komunitas pelestarian, pelaku usaha dan masyarakat.

Skema "adopsi pohon" atau pemberian insentif kebersihan dan ketertiban bagi pelaku usaha di sepanjang koridor adalah kunci untuk mengubah rasa memiliki (sense of belonging) menjadi aksi nyata.

Kita berdiri di ambang pilihan: Mampukah kita menjadikan Batang Arau sebagai laboratorium hidup untuk kota yang tangguh, ataukah kita akan membiarkan sejarah ini hanyut ditelan degradasi zaman?

Keputusan kita hari ini akan menentukan apakah Kota Tua Padang tetap menjadi jiwa bagi penghuninya atau sekadar menjadi artefak yang terlupakan.(*)

Bagikan

Opini lainnya
Terkini