Bukittinggi, Menara-info.com - SMP Negeri 7 Bukittinggi menggelar sosialisasi Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Sekolah Berstandar Nasional (ASBN) kepada orang tua siswa kelas IX, Jumat (23/01/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Mushalla sekolah ini bertujuan memperkuat komunikasi dan kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua dalam menghadapi pelaksanaan TKA.
Kepala SMP Negeri 7 Bukittinggi, Alexandra M, mengatakan sosialisasi tersebut menjadi momentum membangun silaturahmi sekaligus menyamakan persepsi antara sekolah dan orang tua siswa agar persiapan menghadapi TKA dapat berjalan optimal.
“Sosialisasi ini dilakukan dalam rangka membangun silaturahmi dan komunikasi antara orang tua siswa dengan pihak sekolah dalam menghadapi TKA,” ujar Alexandra.
Karena keterbatasan daya tampung Mushalla, sosialisasi dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok I terdiri dari kelas IX.1, IX.2, dan IX.3 yang mengikuti kegiatan pada pukul 08.00–09.00 WIB. Kelompok II meliputi kelas IX.4 dan IX.5 pada pukul 09.00–10.00 WIB, sedangkan Kelompok III untuk kelas IX.6 dan IX.7 pada pukul 10.00–11.00 WIB.
Alexandra juga menyampaikan capaian sekolah pada tahun ajaran sebelumnya, di mana banyak lulusan SMPN 7 Bukittinggi diterima di jenjang Sekolah Menengah Atas melalui jalur prestasi non akademik dan akademik, khususnya bidang olahraga seperti pencak silat dan sepak takraw. Bahkan, kata dia, terdapat siswa yang diterima di SMAN 4 Padang melalui jalur prestasi olahraga, yang dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan di Sumatera Barat.Saat ini, jumlah siswa kelas IX SMPN 7 Bukittinggi tercatat sebanyak 209 orang yang terbagi ke dalam tujuh rombongan belajar.
Penjelasan teknis terkait pelaksanaan TKA dan ASBN disampaikan oleh Eldawati. Ia menjelaskan bahwa untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama, Tes Kemampuan Akademik dijadwalkan berlangsung pada 6 hingga 16 April 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Eldawati meminta peran aktif orang tua siswa untuk mendampingi anak belajar di rumah, menciptakan suasana belajar yang nyaman, membatasi penggunaan gawai, memberikan dukungan dan motivasi, serta mengawasi aktivitas anak agar tidak keluyuran atau keluar rumah pada malam hari.
“Pihak sekolah melalui guru mata pelajaran juga akan memberikan tambahan pelajaran di luar jam sekolah, yakni setelah siswa pulang sekolah,” kata Eldawati.
Editor : Yopi Herdiansyah