Sementara itu, Kepala Puskesmas Lubeg Sari Ramadhani menjelaskan, pembekalan PMT lokal tahun 2026 dilakukan untuk memastikan penyaluran bantuan makanan tambahan berjalan sesuai sasaran yang telah ditetapkan Kementerian Kesehatan.
Ia menyebutkan, sasaran penerima PMT meliputi balita gizi kurang, balita dengan berat badan kurang, balita yang berat badannya tidak naik dalam dua bulan terakhir, serta ibu hamil dengan kekurangan energi kronis (KEK).
“Tujuan pembekalan ini untuk mengingatkan kader sebagai ujung tombak di lapangan agar memantau sasaran penerima PMT benar-benar mengonsumsi makanan tambahan tersebut,” ujarnya.
Berdasarkan evaluasi PMT tahun 2025, program tersebut menunjukkan perkembangan positif.
Sekitar 50 persen balita dengan gizi kurang mengalami perbaikan menjadi gizi baik.
Sementara untuk ibu hamil KEK, lebih dari 70 persen mengalami peningkatan status gizi, dan keberhasilan pada balita dengan berat badan tidak naik mencapai 96 persen.Untuk tahun 2026, jumlah sasaran penerima PMT ditingkatkan dari 77 orang menjadi 100 orang sesuai alokasi anggaran dari Kementerian Kesehatan.
Sedangkan angka stunting di Kecamatan Lubuk Begalung hingga April 2026 tercatat sekitar 50 kasus yang tersebar di 10 kelurahan.
Meski demikian, angka tersebut masih berada di bawah target batas prevalensi stunting nasional sebesar 14 persen.(VR)
Editor : Veby Rikiyanto