Program Padat Karya Jadi Andalan! Pratikno: Ini Cara Jaga Perputaran Ekonomi & Daya Beli Warga Terdampak

×

Program Padat Karya Jadi Andalan! Pratikno: Ini Cara Jaga Perputaran Ekonomi & Daya Beli Warga Terdampak

Bagikan berita
Geliat aktiitas ekonomi di pasar rakyat daerah terdampak bencana Sumatera. (humas)
Geliat aktiitas ekonomi di pasar rakyat daerah terdampak bencana Sumatera. (humas)

JAKARTA (23/5/2026) - Pemulihan ekonomi penyintas dan mitigasi risiko bencana lanjutan, jadi prioritas pada fase transisi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Pemulihan ekonomi penyintas akan dilakukan secara paralel dengan berbagai rencana aksi prioritas. Seperti, normalisasi sungai, pemulihan lahan sawah dan tambak, perbaikan jalur logistik, penguatan aktivitas ekonomi masyarakat, serta program padat karya,” ungkap Ketua Tim Pengarah Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Pratikno dikutip Sabtu.

Hal itu disampaikan Pratikno usai rapat bersama Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (12/5/2026) lalu.

Skema tersebut dirancang untuk mengantisipasi dampak lanjutan pascabencana, seperti banjir susulan akibat sungai yang belum sepenuhnya dinormalisasi.

Selain itu, langkah ini juga ditujukan untuk menjaga perputaran ekonomi masyarakat melalui program padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja dan meningkatkan daya beli warga terdampak.

“Kebutuhan mendesak masyarakat terus kami jaga supaya bisa terpenuhi sebaik-baiknya. Selain itu, kami juga harus kembali memfasilitasi kehidupan ekonomi masyarakat,” terangnya.

“Mulai dari menjaga jalur logistik, pertanian, perikanan, hingga perdagangan dan UMKM,” kata Pratikno yang juga Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Dikesempatan itu, Pratikno menegaskan percepatan perbaikan infrastruktur fisik juga menjadi fokus utama pada fase transisi pemulihan.

Menurut dia, langkah tersebut penting agar infrastruktur yang diperbaiki lebih kuat menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di masa mendatang.

“Kita harus mengawal infrastruktur fisik jangan sampai nanti tidak kokoh dalam menghadapi perubahan iklim ke depan,” ujarnya.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini