Perjalanan Berliku ke Singapura

×

Perjalanan Berliku ke Singapura

Bagikan berita
Dua orang anak Prof. Soemitro Djojohadikusumo, Bianti Djojohadikusumo dan Maryani Djojohadikusumo.
Dua orang anak Prof. Soemitro Djojohadikusumo, Bianti Djojohadikusumo dan Maryani Djojohadikusumo.

Sementara itu, di tengah situasi yang penuh ketidakpastian tersebut, sejumlah tokoh Sumatera Barat dari kalangan Masyumi bahu membahu berusaha membantu.

Menurut penuturan anak Abbas Sutan Medan, ketika keputusan untuk meninggalkan Indonesia diambil, sebuah rombongan kecil dibentuk untuk mendampingi perjalanan menuju Singapura. Di antara mereka terdapat Abbas Sutan Medan, Anwar Sutan Saidi, Darmansyah Taher, dan Muhammad Roeslan.

Mereka bukan sekadar rekan perjalanan.

Mereka adalah orang-orang yang bersedia mengambil risiko pada masa ketika membantu seseorang dapat membawa konsekuensi bagi diri sendiri dan keluarga.

Perjalanan itu sendiri tidaklah sederhana.

Situasi keamanan masih belum menentu. Bahkan Tujuh unit armada PO Sinamar harus disembunyikan di ladang-ladang selama masa pergolakan.

Namun ketika diperlukan, sebuah bus yang baru dibeli pada tahun 1957 disiapkan untuk membawa rombongan tersebut menuju Teluk Kuantan.

Di balik kemudinya duduk Anis atau Mak Anih, seorang sopir yang tanpa banyak kata ikut menjadi bagian dari sebuah perjalanan bersejarah.

Dari Limapuluh Kota, bus bergerak menuju Teluk Kuantan. Mungkin tidak ada yang berbicara banyak selama perjalanan itu.

Mungkin sebagian sibuk memikirkan langkah berikutnya. Mungkin sebagian lain memilih diam karena tidak tahu harus berkata apa.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini