Indonesia-Turki Teken Joint Action Plan 2026-2027, Menaker Yassierli: Model Factory Jadi Sorotan Utama

×

Indonesia-Turki Teken Joint Action Plan 2026-2027, Menaker Yassierli: Model Factory Jadi Sorotan Utama

Bagikan berita
Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli dan Menteri Perburuhan dan Jaminan Sosial Republik Turki, Vedat Ikhan, usai penandangan MoU Joint Action Plan 2026-2027 di Jakarta, Jumat. (humas)
Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli dan Menteri Perburuhan dan Jaminan Sosial Republik Turki, Vedat Ikhan, usai penandangan MoU Joint Action Plan 2026-2027 di Jakarta, Jumat. (humas)

JAKARTA (24/7/2026) - Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Turki resmi memperkuat kolaborasi di bidang ketenagakerjaan melalui kesepakatan Joint Action Plan 2026-2027.

Kesepakatan strategis ini dicapai dalam pertemuan The First Joint Working Commission (JWC) yang dihadiri langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli dan Menteri Perburuhan dan Jaminan Sosial Republik Turki, Vedat Ikhan, di Jakarta, Jumat.

Penyelenggaraan JWC pertama ini ditandai dengan penandatanganan Protocol of the First Joint Working Commission.

Dokumen ini menjadi akselerator dan bentuk konkret implementasi dari Memorandum of Understanding (MoU) on Cooperation in the Field of Labour yang sebelumnya telah ditandatangani kedua negara pada 22 November 2023 di Baku, Azerbaijan.

Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, menegaskan bahwa momentum ini sangat krusial untuk menerjemahkan komitmen diplomasinya menjadi program kerja nyata dan berkelanjutan.

"Saya meyakini bahwa kolaborasi yang semakin erat antara Indonesia dan Turki tidak hanya memberikan manfaat bagi kedua negara,” terangnya.

“Tetapi, juga menjadi kontribusi nyata dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan ketenagakerjaan global, demi membangun pasar kerja yang lebih inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” tambah Yassierli.

Adapun ruang lingkup Joint Action Plan 2026-2027 ini mencakup berbagai agenda strategis, seperti pengembangan kebijakan pasar kerja, digitalisasi layanan ketenagakerjaan, penguatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga pengembangan proyek kerja sama internasional.

"Keberhasilan implementasi setiap ke giatan akan menjadi indikator nyata dari keberhasilan kerja sama bilateral kita, sekaligus memberikan dampak konkret bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, serta kesejahteraan pekerja di kedua negara," ujar Menaker.

Salah satu poin sorotan utama (highlight) dalam pertemuan bilateral ini adalah Indonesia berkeinginan untuk mempelajari Model Factory dari Turki sebagai strategi transformasi Balai Pelatihan Vokasi di tanah air.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini