"Blue Ocean Minang Run (BomRun) ini adalah salah satu rangkaian kegiatan dari Hari Jadi Kota Padang tahun 2026. Tahun lalu ada 2.100 peserta, tahun ini 3.823, ada peningkatan hampir 100 persen. Kota Padang kembali kita ramaikan dengan event BomRun 2026 setelah bencana di akhir tahun 2025 kemarin," ujar Adril.
Dari total peserta tersebut, sekitar 35 persen berasal dari luar Sumatera Barat.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah dinilai memberikan multiplier effect bagi perekonomian karena mereka membutuhkan akomodasi, transportasi, konsumsi hingga menikmati berbagai destinasi dan kuliner yang ada di Kota Padang.
"Sekitar 35 persen dari para peserta berada di luar Sumatera Barat. Mereka pasti membeli tiket pesawat, mencari penginapan, kuliner, dan hotel. Ini pastinya menjadi perputaran ekonomi bagi Kota Padang dan Sumatera Barat pada umumnya," jelasnya.
Tidak hanya mengusung olahraga dan pariwisata, BomRun 2026 juga membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan.
Sebanyak 50 pelari dilibatkan dalam aksi konservasi melalui penanaman mangrove di kawasan Teluk Sirih, Teluk Buo.
Setiap tanaman diberi label khusus sehingga perkembangannya dapat dipantau pada tahun-tahun berikutnya.Pelaksanaan BomRun juga sejalan dengan upaya Kota Padang memperkuat sektor gastronomi.
Kehadiran ribuan pelari dari berbagai daerah turut memberikan peluang bagi pelaku UMKM kuliner untuk meningkatkan omzet melalui aktivitas ekonomi selama penyelenggaraan event.
Kesuksesan pelaksanaan BomRun 2026 turut mendapat respons positif dari para peserta. Sofyan Zainal, pelari asal Jakarta yang mengikuti kategori 10K, menilai penyelenggaraan BomRun tidak kalah dibandingkan event lari yang digelar di Pulau Jawa.
Editor : Veby Rikiyanto