"Cukup bagus menurut saya. Sama dengan event-event di Jawa. Menarik, tertib juga. Penjagaannya setiap persimpangan dijaga, kemudian di sepanjang jalan juga cukup ramai," ungkap Sofyan.
Ia juga mengapresiasi rute yang disiapkan panitia, khususnya jalur pantai dan ruas jalan yang dikosongkan dari kendaraan sehingga memberikan kenyamanan bagi pelari.
"Event-eventnya bagus, dengan kondisi jalannya kosong, jalur pantai yang menjadi rute itu kosong, kemudian kita masuk kampung, terus keluar lagi, itu bagus. Yang penting jalan kosong, jadi kita bisa lari cepat," katanya.
Kesan positif juga disampaikan Ismi, peserta asal Kayu Tanam. Ia mengaku mendapatkan pengalaman menyenangkan selama mengikuti BomRun, terlebih dengan suasana pagi di kawasan pantai.
"Acaranya sangat seru sekali, positive vibes, membangkitkan niat saya untuk bangun pagi, menjaga kesehatan, lari pagi-pagi dengan suasana deburan ombak yang masya Allah tabarakallah," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kinerja panitia yang dinilai mampu menjalankan rangkaian kegiatan sesuai jadwal."Panitianya juga top, acaranya mantap, semuanya sesuai jadwal, tidak molor waktu, tidak lelet gitu. Pokoknya keren, sukses untuk BomRun tahun-tahun berikutnya!" tuturnya.
Sementara itu, Zaki, peserta asal Kota Padang, menyambut antusias pelaksanaan BomRun sebagai wadah positif bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus menikmati kemeriahan event.
"Saya sangat senang dan mengapresiasi sekali adanya kegiatan seperti ini. Selain karena saya memang hobi berolahraga lari untuk menjaga kebugaran, acara ini juga sangat meriah dan penuh semangat karena banyak sekali doorprize serta hadiah-hadiah menarik yang bisa diperebutkan oleh para peserta," kata Zaki.
Dengan peningkatan jumlah peserta, keterlibatan pelari dari berbagai daerah, penguatan sektor UMKM dan kuliner, serta aksi pelestarian lingkungan, Pemerintah Kota Padang berharap BomRun dapat terus berkembang dan dipertahankan sebagai salah satu ikon sport tourism Kota Padang.
Editor : Veby Rikiyanto