Sidang Promosi Doktor Arymbi Pujiastuty di Unand, 7 Penguji Apresiasi Model Edukasi PAUD HI Berbasis Digital

×

Sidang Promosi Doktor Arymbi Pujiastuty di Unand, 7 Penguji Apresiasi Model Edukasi PAUD HI Berbasis Digital

Bagikan berita
Arymbi Pujiastuty saat mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), Senin. (humas)
Arymbi Pujiastuty saat mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), Senin. (humas)

Dalam konteks tersebut, program PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) dinilai memiliki ruang strategis untuk memperkuat pembinaan kesehatan gigi dan mulut anak.

Namun, media edukasi yang tersedia selama ini masih memiliki keterbatasan. Materi kesehatan gigi dalam Buku KIA dinilai belum cukup komprehensif, komunikatif dan interaktif.

Sementara, metode penyampaian yang masih konvensional membuat jangkauan edukasi belum optimal.

Berangkat dari kondisi tersebut, Arymbi mengembangkan Model Edukasi Parenting Gigi Sehat Berbasis Website. Model tersebut dikembangkan melalui need assessment untuk memastikan materi sesuai dengan kebutuhan orang tua, sekaligus lebih informatif, interaktif dan mudah diakses tanpa terbatas ruang dan waktu.

Kota Padang dipilih sebagai lokasi penelitian karena masih menghadapi persoalan early childhood caries, memiliki jumlah anak usia dini dan satuan PAUD yang cukup besar, serta telah mencanangkan Kota Layak Anak dan Smart City.

Kondisi tersebut dinilai mendukung pengembangan edukasi kesehatan berbasis digital.

Persoalan Nyata di Masyarakat

Promotor, Prof Nursyirwan Effendi mengatakan, disertasi Arymbi telah melalui berbagai tahapan penyempurnaan akademik dan mengangkat persoalan nyata yang masih banyak ditemukan di masyarakat, terutama mengenai peran orang tua dalam menjaga kesehatan gigi anak.

“Orang tua tentu memiliki peran yang penting, apakah akan mengabaikan atau tidak tentang kesehatan gigi dan mulut anak usia dini. Perilaku orang tua akan berdampak semakin tingginya angka penyakit gigi dan mulut pada anak usia dini,” ujar Nursyirwan.

Ia menegaskan, early childhood caries tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele. Jika dibiarkan, kerusakan gigi dapat memberikan dampak yang luas terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini