“Kita menyambut baik aspirasi dari Bapak Khalil untuk memperkuat kelompok Basurah Adat. Ini menjadi sesuatu yang patut kita respons. Kita telah memiliki regulasi yang menjadi landasan untuk memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan, pendanaan, maupun penyediaan peralatan,” katanya.
Ia menilai penguatan Basurah Adat perlu dilakukan secara berkelanjutan, salah satunya melalui peningkatan kapasitas dan pembinaan terhadap para tokoh adat.
Dengan demikian, pengetahuan dan tata cara adat yang telah diwariskan secara turun-temurun dapat terus dipahami dan diteruskan kepada generasi berikutnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Padang Muhammad Khalil Al Khair mengatakan, para pelaku Basurah Adat menjalankan tugas dengan penuh keikhlasan dan pengabdian kepada masyarakat.
Karena itu, ia berharap keberadaan para tokoh adat mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kota Padang.
“Harapan kami sebagai wakil rakyat, yang mewakili ninik mamak dan guru-guru kita, ke depan ada perhatian khusus dari Pemerintah Kota Padang terhadap orang-orang yang menjalankan tugas Basurah Adat,” katanya.
Khalil menjelaskan, keberadaan Basurah Adat tidak terlepas dari kehidupan masyarakat Minangkabau, terutama dalam pelaksanaan prosesi kematian.Menurutnya, keberadaan orang-orang yang memahami dan menjalankan adat perlu terus dijaga agar pengetahuan tersebut dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Ketika ada orang meninggal dunia, tentu ada proses memandikan, mengurus hingga mengantarkan ke pemakaman. Karena itu, keberadaan orang-orang yang memahami dan menjalankan adat sangat penting kita berikan dukungan dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan seperti Lomba Basurah Adat Bawah Payuang dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan adat Minangkabau sekaligus memperkuat peran para pelaku adat dalam kehidupan masyarakat.(*)
Editor : Veby Rikiyanto