PADANG, Menara Info — Pemerintah Kota (Pemko) Padang memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pencegahan dan pengendalian rabies di Kota Padang.
Upaya tersebut dinilai membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, organisasi profesi, perguruan tinggi, sekolah, komunitas, hingga kelompok pemilik hewan.
Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat membuka peringatan World Rabies Day (Hari Rabies Sedunia) 2026 tingkat Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) di halaman Kantor Camat Padang Selatan, Senin (28/9/2026).
Mengusung tema “Stronger Together”, kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi Pemko Padang bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Sumbar, serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Sumbar.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar Sukarli, Kepala BKHIT Sumbar RM Ende Dezeanto, Ketua PDHI Cabang Sumbar Wahidin Beruh, pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemko Padang, serta Camat Padang Selatan Wilman Muchtar.
Maigus mengatakan rabies merupakan penyakit menular berbahaya sehingga upaya pencegahan harus diperkuat melalui edukasi dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.“Rabies merupakan virus mematikan sehingga pencegahan menjadi langkah utama. Pengendalian rabies tidak cukup dilakukan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh potensi masyarakat,” ujar Maigus.
Menurutnya, edukasi pencegahan rabies perlu diperluas melalui forum RT/RW, kelurahan, sekolah, komunitas, kelompok berburu, dan perguruan tinggi di Kota Padang.
Edukasi tersebut penting untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekaligus mencegah terjadinya gigitan hewan penular rabies.
Maigus juga mendorong pemberdayaan Dubalang Kota di setiap kelurahan untuk memperkuat sosialisasi dan pengawasan di tengah masyarakat.
Editor : Veby Rikiyanto