Ia menyebutkan Pemko Padang telah menyiapkan 1.400 dosis vaksin rabies gratis pada 2026.
Hingga saat ini, vaksinasi telah diberikan kepada 421 ekor anjing dan kucing peliharaan.
“Pada 2027, pengendalian populasi anjing liar akan diperkuat dengan melibatkan peran Dubalang, forum RT/RW, dan berbagai komunitas masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumbar Sukarli mengatakan Sumbar masih menjadi daerah endemis rabies.
Sepanjang 2025, tercatat 93 kasus positif rabies pada hewan. Sementara hingga September 2026, terdapat 53 kasus positif rabies yang terdiri atas 30 kasus pada anjing, 21 kasus pada kucing, dan dua kasus pada kambing.
Sukarli menegaskan rabies memiliki tingkat fatalitas yang sangat tinggi setelah gejala klinis muncul. Namun, kematian akibat rabies dapat dicegah melalui vaksinasi dan penanganan sedini mungkin.
“Rabies hampir 100 persen fatal setelah gejala klinis muncul, tetapi kematian dapat dicegah melalui vaksinasi dan penanganan sedini mungkin. Karena itu, setiap gigitan atau cakaran hewan harus segera dicuci dengan air mengalir dan sabun selama 15 menit, kemudian ditangani di fasilitas pelayanan kesehatan,” ujarnya.Ketua PDHI Cabang Sumbar Wahidin Beruh mengatakan peringatan World Rabies Day 2026 tingkat Provinsi Sumbar di Kota Padang menjadi momentum untuk memperkuat aksi bersama antara pemerintah dan organisasi profesi dalam pengendalian rabies.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi vaksinasi rabies massal bagi anjing dan kucing, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di tingkat SD, SMP, dan SMA di Kecamatan Padang Selatan, serta pemeriksaan dan pengobatan hewan di tiga shelter.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, upaya pencegahan dan pengendalian rabies diharapkan semakin kuat, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan vaksinasi hewan peliharaan dan segera mendapatkan penanganan medis apabila mengalami gigitan atau cakaran hewan penular rabies.(*)
Editor : Veby Rikiyanto