“Kami ingin pemuda Sumbar menjadi produser konten yang positif, kreatif, dan punya nilai manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Mahdianur menegaskan, pengembangan kreativitas digital tetap harus berlandaskan nilai budaya Minangkabau dan norma agama.
“Kita tetap berpegang pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Kreatif boleh, tetapi harus tetap beretika,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai 29 April hingga 2 Mei 2026 itu diikuti 50 peserta dari berbagai daerah di Sumbar, terdiri dari pegawai nagari, guru muda, hingga pelajar SMA dan SMK.Para peserta mendapatkan pelatihan langsung dari praktisi industri kreatif, produser, penulis naskah, hingga tenaga profesional bersertifikasi nasional. (*)
Editor : Al Mangindo