Para peserta merupakan putra-putri terbaik daerah yang telah memenuhi persyaratan ketat, di antaranya pernah meraih peringkat enam besar pada MTQ Nasional ke-30, Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) Nasional 2025, juara MTQ tingkat Provinsi Sumbar ke-41 di Bukittinggi, serta juara nasional PTQ RRI tahun 2026.
Setelah melalui tahapan penilaian yang intensif dan kompetitif, panitia akhirnya menetapkan 57 peserta terbaik.
Mereka akan dipersiapkan untuk mengikuti 28 cabang dan golongan lomba pada MTQ Nasional ke- XXXI di Semarang.
Edi Dharma juga mengingatkan status sebagai kafilah terpilih membawa tanggung jawab besar, yakni menjaga nama baik daerah.
Oleh karena itu, evaluasi dan pembinaan akan terus dilakukan hingga menjelang keberangkatan.
“Jika tidak ada perkembangan signifikan, maka peluang pergantian kafilah masih tetap terbuka. Kita ingin memastikan yang berangkat adalah yang benar-benar siap secara kualitas dan mental,” tegasnya.
Selain kepada peserta, Edi Dharma juga menyampaikan apresiasi kepada tim seleksi dari LPTQ Pusat, LPTQ Sumbar, pelatih, serta panitia yang telah berkontribusi dalam menyukseskan proses seleksi dari awal hingga akhir.“Kerja keras semua pihak menjadi fondasi penting dalam menyiapkan kafilah terbaik Sumatera Barat. Ini adalah kerja kolektif untuk mengharumkan nama daerah. Atas nama pemerintah daerah, saya mengucapkan terima kasih,” ucapnya
Edi Dharma menegaskan, MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat syiar Al-Qur’an dan membangun generasi Qur’ani yang berkarakter.
“MTQ adalah ruang untuk menunjukkan kecintaan kita terhadap Al-Qur’an, sekaligus membentuk pribadi yang mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan,” ujarnya.
Editor : Al Mangindo