Faaiz Naufal Syahputra Rilis Novel Horor Psikologis: Baca Jejak Dunia Tak Terlihat Sekarang

×

Faaiz Naufal Syahputra Rilis Novel Horor Psikologis: Baca Jejak Dunia Tak Terlihat Sekarang

Bagikan berita
Ilustrasi.
Ilustrasi.

PADANG (24/5/2026) - Nama Faaiz Naufal Syahputra mulai menarik perhatian kalangan pembaca muda setelah kemunculan novel horor psikologis berjudul Jejak Dari Dunia Yang Tak Terlihat.

Buku tersebut disebut menghadirkan nuansa berbeda dibanding novel horor pada umumnya. Novel horor karya Faaiz Naufal ini lebih sunyi, lebih emosional, dan meninggalkan rasa tidak nyaman bahkan setelah halaman terakhir selesai dibaca.

Penulis muda berdarah Minangkabau itu sebelumnya dikenal aktif menulis puisi, artikel sosial, budaya, dan literasi di berbagai media nasional.

Namun kali ini, ia memilih memasuki ruang yang lebih gelap: dunia ketakutan manusia yang tak selalu bisa dijelaskan logika.

Novel psikologis ini tidak hanya mengajak pembaca menyaksikan teror, tetapi juga menyelami tekanan batin. Kelebihan novel horor garapan Faaiz Naufal adalah kemampuannya merangkai ketakutan secara perlahan.

Jejak Dari Dunia Yang Tak Terlihat adalah novel psikologis yang mengupas sisi gelap manusia. Pembaca tidak hanya diajak menyaksikan teror, tetapi juga menyelami tekanan psikologis, kehilangan dan rahasia yang perlahan membuka sesuatu yang selama ini tersembunyi.

Ketakutan terbesar manusia, menurut Faaiz Naufal, bukanlah apa yang terlihat, melainkan apa yang diam-diam hadir tanpa disadari. Novel horor ini menjadi bukti bahwa penulis muda bisa melahirkan karya berkualitas.

Lahir tanggal 16 Maret 2005, Faaiz Naufal merupakan mahasiswa Universitas Negeri Padang yang aktif dalam dunia literasi sejak usia muda. Meski masih muda, gaya penulisannya dinilai matang dan memiliki atmosfer kuat.

Penulis muda ini berhasil membuat pembaca larut dalam cerita Jejak Dari Dunia Yang Tak Terlihat. Setiap halaman novel horor tersebut dirancang untuk meninggalkan rasa penasaran.

Faaiz Naufal seperti ingin menyampaikan bahwa ketakutan terbesar manusia bukanlah apa yang terlihat. Mungkin, seperti judul bukunya, memang ada jejak yang tidak pernah ditinggalkan oleh manusia.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini