“Masjid ini menjadi simbol kebangkitan masyarakat pascabencana. Kita berharap keberadaannya kembali dapat menjadi pusat ibadah, pendidikan, dan aktivitas sosial masyarakat,” ujarnya.
Mahyeldi menilai semangat gotong royong yang lahir dalam proses pembangunan kembali masjid tersebut menjadi bukti ketangguhan masyarakat Sumbar dalam menghadapi berbagai ujian.
“Ketika kebersamaan dan kepedulian berjalan beriringan, setiap musibah akan lebih mudah kita lalui. Inilah kekuatan masyarakat Sumatera Barat yang harus terus kita pelihara,” tuturnya.
Siap Dampingi Masyarakat Penyintas Bencana
Pembina Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra mengatakan, pihaknya menyalurkan satu ekor sapi kurban di Paninggahan.
Kemudian, empat ekor lainnya ke nagari-nagari terdampak bencana di Kabupaten Solok sesuai kebutuhan yang disampaikan pemerintah daerah.
Ia juga menyampaikan terima kasih, kepada para donatur yang telah mempercayakan amanah kurbannya melalui Dompet Dhuafa.Musfi menegaskan, Dompet Dhuafa tidak hanya hadir pada momentum Iduladha, tetapi juga aktif dalam penanganan dan pemulihan pascabencana melalui layanan kesehatan, dapur umum, respons darurat, hingga program pemulihan ekonomi masyarakat.
“Ke depan, Insya Allah kami akan terus mendampingi masyarakat agar dapat bangkit dan kembali mandiri,” ujarnya. (*)
Editor : Al Mangindo