Kami Tidak Pernah Melupakan Minangkabau

×

Kami Tidak Pernah Melupakan Minangkabau

Bagikan berita
Rektor Unand, Efa Yonedi didampingi Deni Abdi (Ketua DPP IKA Unand) berdialog dengan Bianti Djojohadikusumo dan Maryani Djojohadikusumo dalam kunjungan muhibahnya ke Ranah Minang, 3-5 Juni 2026. (humas)
Rektor Unand, Efa Yonedi didampingi Deni Abdi (Ketua DPP IKA Unand) berdialog dengan Bianti Djojohadikusumo dan Maryani Djojohadikusumo dalam kunjungan muhibahnya ke Ranah Minang, 3-5 Juni 2026. (humas)

Menurut penuturan keluarga, informasi tersebut berasal dari kalangan TNI Angkatan Darat dan merupakan peringatan ketiga yang diterimanya.

Menyadari besarnya risiko yang dihadapi, Prof. Soemitro meninggalkan Jakarta lebih dahulu melalui Merak.

Kepergiannya dilakukan dalam situasi yang penuh kehati-hatian. Bahkan keluarganya sendiri tidak mengetahui secara pasti ke mana beliau pergi.

Beberapa waktu kemudian, sang istri memperoleh pesan agar segera membawa anak-anak menuju Ranah Minang.

Perjalanan itulah yang membawa keluarga Djojohadikusumo ke Sumatera pada tanggal 3 Agustus 1957.

Bagi anak-anak yang ikut dalam perjalanan tersebut, Sumatera Barat pada awalnya hanyalah tempat yang asing. Namun seiring waktu, daerah ini justru menjadi bagian yang sangat penting dalam sejarah keluarga mereka.

Selama berada di Sumatera Barat, mereka tidak menetap di satu tempat. Keluarga tersebut berpindah-pindah antara Padang, Bukittinggi, dan Batusangkar.

Situasi saat itu menuntut kehati-hatian. Masa depan belum jelas. Keberadaan Prof. Soemitro belum diketahui secara pasti. Setiap hari dijalani dalam suasana yang penuh ketidakpastian.

Namun justru dalam masa-masa sulit itulah mereka menemukan sesuatu yang tidak pernah mereka lupakan sepanjang hidup.

Mereka menemukan ketulusan dan keberanian.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini