Kami Tidak Pernah Melupakan Minangkabau

×

Kami Tidak Pernah Melupakan Minangkabau

Bagikan berita
Rektor Unand, Efa Yonedi didampingi Deni Abdi (Ketua DPP IKA Unand) berdialog dengan Bianti Djojohadikusumo dan Maryani Djojohadikusumo dalam kunjungan muhibahnya ke Ranah Minang, 3-5 Juni 2026. (humas)
Rektor Unand, Efa Yonedi didampingi Deni Abdi (Ketua DPP IKA Unand) berdialog dengan Bianti Djojohadikusumo dan Maryani Djojohadikusumo dalam kunjungan muhibahnya ke Ranah Minang, 3-5 Juni 2026. (humas)

Perubahan besar akhirnya terjadi setelah pergantian pemerintahan di Indonesia. Presiden Soeharto mengundang Prof. Soemitro kembali ke tanah air untuk membantu pembangunan nasional. Pada tahun 1968 beliau kembali dipercaya menjadi menteri dalam pemerintahan Indonesia.

Meskipun demikian, keluarganya belum langsung pulang. Mereka masih tinggal di London selama beberapa waktu.

Baru sekitar dua tahun kemudian keluarga dipanggil kembali ke Indonesia. Dengan demikian, masa pengasingan keluarga Djojohadikusumo berlangsung sekitar sebelas tahun.

Bagi banyak orang, kisah tersebut mungkin merupakan bagian dari sejarah politik Indonesia. Namun bagi Bianti dan Maryani Djojohadikusumo, kisah itu memiliki makna yang jauh lebih pribadi.

Kisah itu adalah tentang orang-orang yang hadir ketika keluarga mereka berada dalam kesulitan.

Tentang keberanian yang tidak mencari penghargaan.

Tentang persahabatan yang tidak memandang asal-usul.

Dan tentang kemanusiaan yang tetap hidup bahkan pada masa-masa yang paling sulit.

Hampir tujuh puluh tahun kemudian, pada tanggal 3-5 Juni 2026, Bianti Djojohadikusumo dan Maryani Djojohadikusumo kembali mengunjungi Sumatera Barat.

Kunjungan tersebut merupakan sebuah napak tilas untuk mengenang tempat-tempat yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini