Mereka datang untuk melihat kembali daerah yang pernah memberi perlindungan kepada keluarga mereka.
Mereka datang untuk mengenang orang-orang yang pernah membuka pintu rumah dan pintu hati ketika keadaan sedang tidak berpihak kepada mereka.
Mereka datang untuk menyampaikan rasa hormat kepada masyarakat Minangkabau yang telah menunjukkan keberanian dan solidaritas pada saat keluarga mereka sangat membutuhkannya.
Dari seluruh perjalanan panjang yang membawa keluarga Djojohadikusumo dari Sumatera Barat ke Singapura, Malaysia, Swiss, London, dan akhirnya kembali ke Indonesia, ada satu pelajaran yang tetap hidup hingga hari ini.
Bahwa dalam setiap masa sulit selalu ada orang-orang baik yang memilih untuk menolong, meskipun harus menghadapi risiko bagi dirinya sendiri.Dan bagi keluarga Djojohadikusumo, sebagian dari orang-orang baik itu berasal dari Ranah Minang.
Karena itulah, hingga hari ini, mereka tetap menyimpan kisah tak terlupa. Berlinang air mata keluarga ini bercerita. Seakan mengungkapkan rasa terdalam:
Kami tidak pernah melupakan Minangkabau.