Beberapa tokoh masyarakat Minangkabau memberikan perlindungan kepada keluarga tersebut. Di antara nama yang paling dikenang oleh keluarga adalah Ramli Hadi dan Martunus Hadi.
Keduanya memberikan bantuan dan perlindungan pada saat keluarga Prof. Soemitro menghadapi masa yang sangat berat.
Apa yang mereka lakukan bukan tanpa risiko. Dalam situasi politik yang sensitif, membantu sebuah keluarga yang sedang menghadapi tekanan politik bukanlah keputusan yang mudah. Namun mereka tetap memilih untuk membantu.
Risiko itu kemudian benar-benar datang.
Ramli Hadi ditangkap. Sementara Martunus Hadi terpaksa meninggalkan tanah air dan melarikan diri ke Malaysia.
Pengorbanan mereka menjadi bukti bahwa keberanian sering kali hadir dalam tindakan-tindakan sederhana yang dilakukan demi kemanusiaan.
Bagi keluarga Djojohadikusumo, nama-nama tersebut tidak pernah hilang dari ingatan.Pada bulan November 1957, setelah berbulan-bulan terpisah, Prof. Soemitro akhirnya kembali bertemu dengan keluarganya.
Pertemuan tersebut membawa kelegaan bagi keluarga yang selama ini hidup dalam ketidakpastian. Namun perjalanan mereka belum berakhir.
Tidak lama kemudian, keluarga tersebut meninggalkan Indonesia menggunakan kapal kargo menuju Singapura. Dari sana mereka melanjutkan perjalanan ke Malaysia. Kehidupan sebagai pengungsi pun dimulai.
Editor : Al Mangindo