Selain itu, Rahmat juga menyoroti sejumlah program yang dinilai masih belum berjalan optimal, termasuk digitalisasi operasional serta pemenuhan sumber daya manusia.
Ia meminta perusahaan segera mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penyebab belum tercapainya berbagai target tersebut agar tidak menghambat peningkatan kinerja perusahaan.
Ia juga menekankan pentingnya percepatan penyelesaian persoalan legalitas lahan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Menurutnya, kepastian hukum atas lahan menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kelancaran operasional sekaligus memberikan perlindungan bagi masyarakat di sekitar kawasan.
“Ini harus segera dikoordinasikan dengan seluruh lembaga terkait untuk memastikan adanya kepastian hukum dalam kerja-kerja kita,” katanya.
Di akhir penyampaiannya, ia pun turut meminta agar skema bagi hasil dalam pengelolaan sawit dievaluasi sehingga lebih memberikan kepastian bagi para pelaku usaha.Ia berharap berbagai pembenahan tersebut dapat mendorong PT Agrinas Palma Nusantara mencapai target-target perusahaan secara lebih optimal.
“Dan tentu harapannya bisa terus memberikan manfaat nyata bagi negara maupun masyarakat," pungkasnya. (*)
Editor : Al Mangindo