Kepada para orang tua, Mahyeldi meminta agar memberikan kepercayaan penuh terhadap program tersebut.
Ia memastikan pemerintah bersama pihak sekolah dan para guru akan menjadi mitra sekaligus orang tua kedua yang mendampingi para siswi selama menjalani pendidikan di lingkungan asrama.
Ia juga berharap para guru, komite sekolah, dan alumni SMAN 1 Bukittinggi terus memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan program tersebut.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah dan sekolah, tetapi juga oleh dukungan seluruh pemangku kepentingan.
Mahyeldi menilai pembangunan asrama merupakan investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia.
Hasilnya tidak hanya dirasakan oleh para peserta didik, tetapi juga akan memberi dampak bagi kemajuan daerah ketika mereka tumbuh menjadi pemimpin, profesional, akademisi, maupun pendidik yang berkontribusi bagi masyarakat.“Program Asrama Putri SMAN 1 Bukittinggi adalah salah satu wujud nyata investasi jangka panjang. Harapan kita, dari Bukittinggi akan lahir pemimpin-pemimpin perempuan masa depan Indonesia yang membawa nama harum daerah dan bangsa,” ungkap Mahyeldi.
Gubernur juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, sekolah, orang tua, komite, hingga alumni, untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun pendidikan yang berkarakter, berkualitas, dan berdaya saing di Sumbar. (*)
Editor : Al Mangindo