“Dunsanak Jokowi dirikan sebagai wadah kebersamaan. Bukan untuk membangun permusuhan dengan kelompok lain. Justru ingin merangkul masyarakat dan membangun komunikasi yang baik,” tuturnya.
Riyan menegaskan bahwa Dunsanak Jokowi dan PSI merupakan dua entitas yang perlu dibedakan secara organisasi.
“PSI adalah partai politik. Dunsanak Jokowi adalah wadah yang dirikan untuk menghimpun dunsanak dan masyarakat yang memiliki apresiasi kepada Pak Jokowi. Keduanya tidak perlu dicampuradukkan,” ungkapnya.
Berani Turun ke Lapangan
Bertekad untuk memajukan PSI di Bukittinggi, Riyan menginginkan kader PSI tidak hanya aktif ketika momentum pemilu tiba saja.
Riyan berharap PSI menjadi partai yang hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan konkret.
“PSI harus turun ke lapangan. Jangan hanya bicara politik dari kantor. Pedagang punya masalah, kita dengarkan. Masyarakat punya persoalan hukum, kita bantu arahkan. Ada kebijakan yang perlu dikritisi, kita kaji berdasarkan aturan,” katanya lagi.Sebut Riyan, keberadaan advokat di lingkungan politik juga dapat memperkuat budaya politik yang berbasis hukum.
“Kita ingin hukum menjadi panglima. Politik boleh keras, kritik boleh tajam, tetapi jangan keluar dari koridor hukum,” tegasnya.
Perjalanan Politik Baru
Editor : Al Mangindo