Hijrahnya Riyan dari Perindo ke PSI sekaligus lahirnya Dunsanak Jokowi menandai fase baru perjalanan politik tokoh muda energik ini.
Riyan kini membawa tiga modal sekaligus: pengalaman sebagai pimpinan partai, profesi sebagai advokat, serta jejaring masyarakat yang selama ini dibangun melalui aktivitas sosial dan advokasi hukum.
Riyan mengaku tidak ingin membangun politik yang hanya berorientasi pada jabatan.
“Politik adalah salah satu bentuk pengabdian. Profesi advokat juga pengabdian. Kalau keduanya bisa digunakan untuk membantu masyarakat, kenapa tidak?,” ujar Riyan.
PSI sebagai rumah politik barunya dan Dunsanak Jokowi sebagai wadah yang digagas, Riyan menyatakan siap bekerja membangun kekuatan baru di Bukittinggi.“Saya siap membesarkan PSI Bukittinggi dan siap mengawal persoalan masyarakat. Kalau masyarakat kecil membutuhkan bantuan, kita akan hadir.”
“Kalau ada persoalan hukum, kita kawal dengan hukum. Politik harus punya keberpihakan kepada rakyat,” tegas Riyan. (*)
Editor : Al Mangindo