Komitmen pemerintah pusat kemudian berlanjut pada 14 Juli 2026 melalui kunjungan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke Bener Meriah.
Dikesempatan tersebut, pemerintah menyerahkan bantuan sekitar 10,2 juta bibit kopi untuk Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues, disertai bantuan bibit kelapa dan kakao guna mempercepat pemulihan sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di kawasan sentra Kopi Gayo.
“Kita bangun Aceh, sejahterakan petani lewat Kopi Gayo yang sudah mendunia. Tinggal kita dorong sekarang agar mendongkrak ekspor," kata Amran dalam kunjungannya di kawasan pembibitan kopi di Desa Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah
Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian menegaskan, rangkaian kunjungan para menteri tersebut bukanlah agenda yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari kerja terpadu pemerintah pusat dalam memastikan seluruh aspek pemulihan berjalan beriringan, mulai dari infrastruktur, permukiman, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
"Tiga menteri ke Tanah Gayo dalam waktu seminggu. Itu bentuk keseriusan pemerintah pusat untuk pemulihan Aceh," tegas Tito dalam keterangannya.Sebelumnya, saat berdialog dengan masyarakat di Bener Meriah, Tito juga memastikan pemerintah telah menyepakati langkah terpadu untuk mempercepat penanganan kawasan Enang-Enang.
Yakni, memperlebar Jalan Werlah sebagai jalur alternatif, membangun jembatan permanen baru sebagai solusi jangka panjang, serta memperkuat struktur Jembatan Enang-Enang agar tetap dapat dimanfaatkan secara terbatas selama proses pembangunan berlangsung. (*)
Editor : Al Mangindo