39,1% Guru Sumbar Pensiun 4-5 Tahun Lagi, Mahyeldi: Regenerasi Tak Bisa Ditunda

×

39,1% Guru Sumbar Pensiun 4-5 Tahun Lagi, Mahyeldi: Regenerasi Tak Bisa Ditunda

Bagikan berita
Gubernur Sumbar, Mahyeldi foto bersama dengan penerima penghargaan pada acara Sumbar Teacher Summit 2026--Seminar dan Workshop Pendidikan "Energy of Teacher," Kamis. (humas)
Gubernur Sumbar, Mahyeldi foto bersama dengan penerima penghargaan pada acara Sumbar Teacher Summit 2026--Seminar dan Workshop Pendidikan "Energy of Teacher," Kamis. (humas)

Mahyeldi mengatakan, kekuatan utama pendidikan Sumbar tetap berada pada kualitas dan kapasitas tenaga pendidik.

Data Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar per Bulan Mei 2025 mencatat sebanyak 20.558 guru telah tersertifikasi dan sekitar 96,6 persen guru telah berkualifikasi S1/D4. Sementara itu, terdapat sekitar 18.386 guru ASN dan 2.540 guru honorer.

Di sisi lain, Sumbar juga menghadapi tantangan regenerasi tenaga pendidik. Sekitar 39,1 persen guru diproyeksikan memasuki masa pensiun dalam empat hingga lima tahun ke depan.

Kondisi tersebut, menurut Mahyeldi, menuntut perhatian serius terhadap regenerasi guru sekaligus keberlanjutan peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

Ia menilai Sumbar memiliki modal yang kuat untuk menjawab tantangan tersebut. Saat ini terdapat 1.548 Guru Penggerak, sebanyak 1.078 guru memenuhi syarat menjadi kepala sekolah, dan 174 Guru Penggerak telah dipercaya menduduki posisi kepala sekolah.

Menurutnya, potensi dan inovasi guru juga perlu terus mendapat ruang apresiasi dan pengembangan.

Jumlah GTK yang menerima penghargaan tercatat meningkat dari 43 orang pada 2023 menjadi 139 orang pada 2024. Sementara pada 2025, sebanyak 390 GTK berpartisipasi dalam Apresiasi GTK Sumbar.

“Berbagai wadah seperti Komunitas Belajar, MGMP, MKKS, Rumah Pendidikan, dan ruang kolaborasi lainnya harus terus kita optimalkan. Semangat dari Teacher Summit ini jangan berhenti di forum, tetapi dibawa kembali ke sekolah dan diwujudkan dalam aksi nyata di ruang kelas,” tegasnya.

Gubernur juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan serta perubahan dunia kerja menuntut guru untuk terus belajar dan beradaptasi.

Teknologi dapat membantu menyediakan informasi dan memperluas akses pengetahuan, namun peran guru dalam membangun cara berpikir, karakter, nilai, dan keteladanan tetap tidak tergantikan.

Editor : Al Mangindo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini