Ketika sebagian masyarakat masih kesulitan memperoleh protein hewani akibat tingginya harga daging, Idul Adha hadir sebagai bentuk redistribusi gizi yang sangat besar.
Bagi banyak keluarga pra-sejahtera, inilah momen langka ketika mereka dapat menikmati makanan bergizi bersama anak-anak mereka.
Karena itu, kurban bukan hanya berbicara tentang ibadah individual kepada Allah.
Di dalamnya ada pembangunan manusia.
Ada kesehatan masyarakat.
Ada penguatan solidaritas sosial.Dan ada pergerakan ekonomi sangat besar bermanfaat signifikan kepada rakyat kecil secara bersamaan.
Mungkin itulah sebabnya sistem ini mampu bertahan begitu lama.
Karena fondasinya bukan sekadar kepentingan ekonomi, melainkan nilai spiritual.
Ketika kepedulian lahir dari keimanan, maka berbagi tidak lagi terasa sebagai beban. Namun berubah menjadi kehormatan.