Ditengah proses merger dan transformasi yang tengah dijalani sebagaimana digariskan BPI Danantara, terang Budi Setyawan, IAS bertekad memberikan dampak signifikan.
“CX Playbook IAS ini adalah standardisasi dan acuan utama seluruh insan IAS. Tujuannya, agar strategi customer experience-nya konsisten, responsive dan orientasinya kepuasan pelanggan tertinggi,” tegas Budi.
“Mau petugas di Surabaya atau Balikpapan, cara IAS nyapa, bantu dan beresin masalah harus sama. Nggak ada lagi ‘tergantung bandaranya’,” tambah Budi.
Peningkatan Kualitas Layanan
Kehadiran CX Playbook InJourney Aviation Services diharapkan akan jadi standarisasi serta acuan utama bagi seluruh insan IAS dalam mengeksekusi strategi Customer Experience (CX) yang konsisten, responsive dan berorientasi pada kepuasan pelanggan tertinggi.
IAS sendiri telah menetapkan beberapa pilar transformasi utama yang merupakan wujud komitmen korporasi untuk terus melakukan inovasi tanpa henti dari IAS, dalam menghadirkan service excellence melalui empat kompetensi.
Kompetensi Pertama, Efisiensi Layanan Bagasi (Fibag Labag). Melalui efisiensi ini, IAS menunjukkan komparasi nyata peningkatan standar waktu tunggu bagasi yang kini jauh lebih cepat.Standar First Bag berhasil dipangkas menjadi 15 menit dan Last Bag menjadi 30 menit, dengan tingkat ketercapaian Baggage Delivery Time mencapai 97,73% di seluruh bandara untuk menjamin kenyamanan dan ketenangan pikiran penumpang.
Kompetensi Kedua, Toilet Berkelas. Komitmen ketulusan layanan ini juga meliputi standardisasi toilet yang Berkelas (Bersih, Kering, Lengkap, Harum dan Higienis), yang kini diperluas ke berbagai mitra strategis IAS Grup.
Kompetensi Ketiga, sejalan dengan line of bussines IAS yaitu pelayanan cargo, juga ditekankan pentingnya digitalisasi pada Terminal Kargo.
Editor : Al Mangindo