Mereka banyak mendapat pemahaman isu mengenai keparlemenan, seperti soal isu keterwakilan perempuan di DPR yang disampaikan Wakil Ketua BKSAP Irine Yusiana Roba.
“Saat ini DPR punya sejarah karena Ibu Puan adalah perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR di Indonesia. Dan dari kepemimpinan Ibu Ketua, lahir sejumlah UU yang ramah gender, keterwakilan perempuan di DPR juga naik. Ketika perempuan berdaya maka negara akan kuat,” ucap Irine.
Sementara Anggota Komisi XI DPR RI, Pinka Hapsari menegaskan DPR selalu terbuka dengan aspirasi masyarakat. Ia juga bercerita mengenai pengalamannya sebagai salah satu anggota DPR dari kalangan muda.
“Decision making memang tidak mudah, tetapi di DPR tetap bekerja untuk menghasilkan sesuatu yang terbaik bagi rakyat. DPR juga selalu terbuka, karena sidang-sidang komisi bisa dilihat secara live oleh masyarakat,” terang Pinka.
Dia menyatakan, siap memperjuangkan aspirasi dari Parja DPR. Seperti aspirasi mengenai peningkatan infrastruktur di daerah-daerah.
“Aspirasi tentang infrastruktur akan terus diperjuangkan di komisi, terutama di Komisi V DPR yang memang membidangi soal urusan infrastruktur,” sebut Herviano.Di akhir pertemuan, para Parja DPR Terbaik 2024-2025 menyampaikan harapannya untuk DPR, termasuk agar dewan tetap menjadi wadah positif dan transparan, serta selalu berdiri untuk rakyat Indonesia.
Mereka juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kesempatan yang diberikan DPR kepada kalangan muda melalui program Parja.
“Semoga DPR terus menjadi wadah bagi suara rakyat, serta menjalankan check and balances,” ucap perwakilan Teladan Parja 2024, Jovanka Anabelle Garcia Silaban.
Kepada para peserta Parja DPR Terbaik 2024-2026, Puan pun menitipkan pesan.
Editor : Al Mangindo