Mereka tumbuh di era layar yang gemerlap.
Semua orang tampak sukses. Semua tampak kaya, bahagia, dan utuh di dalam genggaman.
Namun di sisi lain, mereka juga melihat sisi kelam modernitas.
Kota-kota besar yang dipenuhi manusia kelelahan.
Jiwa-jiwa muda yang terbakar dan patah sebelum sempat berkembang.
Dan muncullah kegamangan:Untuk apa merantau?
Untuk apa pergi jauh?
Untuk apa meninggalkan kampung?
Generasi ini tiba-tiba takut gagal. Takut tersesat tanpa genggaman keluarga.