Tak hanya kopi, variasi menu yang tersedia mencerminkan kekayaan lokal:
• Teh Talua: Teh telur khas Minang yang menjadi asupan energi bagi pekerja malam.
• Aneka Minuman Segar: Jus buah dan es campur untuk mendinginkan udara malam.
• Aneka makanan cepat saji dan praktis seperti kentang, telur gulung dan sate taichan menjadi pilihan menu makanan malam.
• Oleh-oleh Lokal: tersedia juga keripik sanjai dan rendang kemasan kecil, memudahkan warga maupun wisatawan mendapatkan buah tangan di jam yang tidak biasa.
"Goreng Balapan": Narasi Subkultur di Persimpangan JalanTransisi menuju tengah malam ditandai dengan munculnya lapak "Goreng Balapan" di persimpangan dekat Pizza Hut.
Beroperasi dari tengah malam hingga subuh, tempat ini adalah penyelamat bagi perut-perut yang lapar di dini hari.
Menu yang ditawarkan sangat merakyat—bakwan, tahu, pisang goreng, tempe, hingga ubi goreng—dengan harga hanya Rp2.000 sampai Rp5.000 per porsi.
Istilah "balapan" sendiri lahir dari dialektika subkultur lokal; awalnya merujuk pada aktivitas balap liar (meskipun ilegal) yang sering terjadi di area tersebut.