“Berdiri di tanah Indonesia yang hebat ini, saya membawa keyakinan akan masa depan kita bersama. Saya datang dengan keyakinan bahwa bersama-sama, India dan Indonesia dapat menanamkan energi baru bagi kemanusiaan,” ujarnya.
Ketika 1,4 miliar masyarakat India dan 290 juta masyarakat Indonesia melangkah maju bersama melalui upaya bersama, kata PM Modi, dunia akan menyaksikan lahirnya babak baru dalam sejarah.
“India adalah bangsa yang dituntun bukan oleh ekspansionisme, melainkan oleh pembangunan. Itulah mengapa di India kami mengatakan: Sabka Saath, Sabka Vikas - Bersama semua, pembangunan untuk semua,” jelas PM Modi.
PM Modi pun menyinggung soal laut yang menjadi simbol jarak dan pemisah bagi banyak bangsa.
“Namun bagi India dan Indonesia, laut tidak pernah mewakili perpisahan.”
“Laut selalu menjadi jembatan. Laut berada di pusat masa depan kita bersama. India, Indonesia, dan Samudra Hindia itu sendiri menjadi saksi atas hubungan mendalam kita,” tukasnya.
PM Modi menambahkan, India dan Indonesia juga berbagi sejarah. Ia menyebut India-Indonesia terhubung melalui warisan Ramayana dan Mahabharata, sampai tradisi ilmu pengetahuan Nalanda.“Melalui wayang, tarian dan musik. Melalui monumen-monumen megah seperti Borobudur dan Prambanan. Melalui Garuda, simbol nasional Indonesia. Melalui semangat festival Bali Jatra,” ungkap PM Modi.
“Dan jika bicara soal makanan, sulit untuk memutuskan apakah kerupuk atau papad yang lebih renyah! Namun satu hal yang pasti, baik masala maupun bumbu, sama-sama memberikan rasa pada kehidupan kita,” imbuhnya berkelakar.
PM Modi kemudian menyinggung soal nilai-nilai ajaran Islam yang berabad-abad lalu dibawa para pedagang dan ulama Sufi dari Gujarat, saat melakukan perjalanan laut ke Indonesia.
Editor : Al Mangindo