“Saya berharap hibah buku ini menjadi inspirasi bagi kampus-kampus di Sumatera Barat untuk lebih serius mendokumentasikan dan mengembangkan khazanah budaya Minangkabau. Kita memiliki kekayaan sejarah yang luar biasa dan harus diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegasnya.
Mahyeldi juga mengenang kunjungannya ke Kota Chennai pada 2018 saat masih menjabat sebagai Wali kota Padang.
Kunjungan tersebut menghasilkan kerja sama dengan salah satu perguruan tinggi di Chennai, sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia dan India.
Ia menambahkan, hubungan Indonesia dan India telah terjalin erat sejak lama, bahkan jauh sebelum era modern.
Salah satu catatan sejarah yang menunjukkan kedekatan kedua negara adalah bantuan beras yang pernah dikirim Presiden Soekarno kepada India ketika negara tersebut mengalami krisis pangan.
“Hubungan Indonesia dan India memiliki sejarah panjang. Karena itu, diplomasi budaya seperti ini harus terus diperkuat agar kerja sama pendidikan, kebudayaan, dan peradaban semakin berkembang,” ujarnya.
Tertahan di Pelabuhan BelawanKetua International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) IV sekaligus Ketua Satu Pena Sumbar, Sastri Bakry menjelaskan, hibah tersebut merupakan bantuan Pemerintah Tamil Nadu yang semula direncanakan diserahkan pada pelaksanaan IMLF, namun tertunda akibat kendala administrasi dan distribusi di Pelabuhan Belawan.
Menurut Sastri, proses pengeluaran ribuan buku dari pelabuhan membutuhkan waktu dan koordinasi yang cukup panjang.
Berkat dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Tamil Nadu yang turut membantu biaya distribusi, hibah tersebut akhirnya dapat tiba di Sumatera Barat dan disalurkan kepada perguruan tinggi.
Editor : Al Mangindo