Jalan tol bukanlah proyek yang dibangun untuk kepentingan segelintir orang. Tapi investasi lintas generasi.
Jalan yang akan dibangun bukan hanya dilalui kendaraan, tetapi juga akan dilalui harapan, kesempatan, investasi dan masa depan anak cucu kita.
Karena itu yang harus kita diskusikan bukanlah memilih antara adat atau pembangunan, melainkan memastikan keduanya berjalan beriringan demi kemajuan Sumatera Barat.
Pandangan tersebut bukan sekadar optimisme.
Berbagai penelitian internasional telah menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur transportasi hampir selalu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.
Studi World Bank menunjukkan bahwa kualitas infrastruktur transportasi yang lebih baik mampu meningkatkan produktivitas wilayah, menurunkan biaya logistik, memperluas akses pasar, dan menarik investasi baru.
Bahkan, peningkatan efisiensi distribusi barang dan jasa diperkirakan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi regional sekitar satu hingga dua persen.Pengalaman Malaysia menjadi contoh yang paling dekat dengan Indonesia.
Ketika Tun Dr. Mahathir Mohamad memutuskan membangun North - South Expressway sepanjang lebih dari 770 kilometer, tidak sedikit yang mempertanyakan kelayakan proyek tersebut.
Nilai investasinya sangat besar, sementara manfaatnya belum terlihat secara langsung.