Setiap tambahan satu malam menginap berarti bertambahnya belanja di hotel, restoran, transportasi lokal, UMKM, hingga ekonomi kreatif.
Inilah efek berganda yang jauh lebih besar daripada nilai investasi jalan itu sendiri.
Namun penerima manfaat terbesar tetaplah para petani. Padang Pariaman, Agam, Tanah Datar, Lima Puluh Kota dan daerah sekitarnya merupakan lumbung pangan Sumatera Barat.
Dari kawasan inilah beras, cabai, bawang merah, kentang, tomat, sayuran dataran tinggi dan berbagai komoditas hortikultura dipasarkan ke berbagai daerah.
Selama ini petani menghadapi persoalan klasik, biaya distribusi yang tinggi.
Akibatnya, harga di tingkat konsumen terus naik, sementara harga yang diterima petani tidak pernah benar-benar meningkat.Jalan tol akan mempercepat distribusi, mengurangi kerusakan hasil panen, menurunkan biaya angkut, dan meningkatkan daya saing produk pertanian Sumatera Barat.
Karena itu, pembangunan jalan tol tidak boleh berhenti pada pembangunan badan jalan semata.
Yang tidak kalah penting adalah memastikan lokasi ‘exit tol’ terhubung langsung dengan sentra produksi pertanian, kawasan pergudangan, pasar induk, dan pusat distribusi pangan.
Jalan tol harus menjadi jalan bagi petani untuk memperoleh nilai tambah yang lebih besar dari hasil kerja kerasnya.