Di sebelah timur, jalan tersebut tersambung menuju Provinsi Riau, kawasan industri Sumatera, hingga Selat Malaka, jalur pelayaran yang dilalui sebagian besar perdagangan dunia.
Artinya, jalan ini bukan hanya memperpendek perjalanan masyarakat Sumatera Barat.
Jalan ini membuka koridor logistik baru yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Selat Malaka.
Nilai strategisnya sangat besar. Pulau Sumatera merupakan salah satu lumbung komoditas nasional. Minyak sawit, karet, kopi, gambir, kayu manis, kakao, kelapa, pinang, hasil perikanan, hingga produk hortikultura berasal dari kawasan ini.
Sumatera Barat sendiri dikenal sebagai produsen gambir terbesar dunia serta penghasil kopi, kayu manis, kakao, dan berbagai produk UMKM yang telah menembus pasar ekspor.
Ketika Jalan Tol Teluk Bayur - Pekanbaru terhubung secara utuh, biaya distribusi dari sentra produksi menuju pelabuhan akan turun secara signifikan.Waktu pengiriman menjadi lebih singkat, kualitas komoditas lebih terjaga, terutama produk pertanian yang mudah rusak dan daya saing ekspor meningkat.
Keuntungan lainnya adalah posisi geografis Teluk Bayur yang menghadap langsung ke Samudra Hindia.
Dari pelabuhan ini, komoditas Sumatera Barat maupun provinsi-provinsi di Pantai Timur Sumatera memiliki akses yang lebih kompetitif menuju India, Bangladesh, Sri Lanka, Pakistan, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Oman, hingga negara-negara di pesisir timur Afrika.
Melalui jaringan pelayaran internasional, komoditas tersebut selanjutnya dapat diteruskan menuju pasar Eropa, seperti Belanda, Jerman, Prancis, dan Italia.