“Negara tidak boleh memberikan ruang bagi siapa pun yang melakukan kekerasan terhadap aparat penegak hukum,” tegasnya.
Adang menilai, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa jaringan peredaran gelap narkotika masih memiliki kemampuan melakukan perlawanan yang membahayakan keselamatan aparat.
Oleh karena itu, upaya pemberantasan narkotika harus terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas personel, dukungan sarana dan prasarana operasional, serta sinergi yang semakin kuat antaraparat penegak hukum.
“Narkotika merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang merusak masa depan bangsa. Penanganannya pun harus dilakukan secara luar biasa, terukur, dan berkelanjutan.”
“Kita tidak boleh mundur dalam memerangi jaringan narkotika yang terus mengancam keselamatan masyarakat maupun aparat penegak hukum,” ujarnya.Adang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan kebijakan, fungsi pengawasan, serta langkah-langkah penegakan hukum yang profesional agar aparat yang bertugas memperoleh perlindungan dan dukungan yang memadai dalam menjalankan tugas negara.
“Pengorbanan ketiga anggota Polri tersebut tidak boleh sia-sia. Semoga menjadi amal ibadah dan semakin menguatkan komitmen kita bersama untuk memberantas peredaran gelap narkotika hingga ke akar-akarnya,” pungkas Politisi asal Dapil DKI Jakarta III itu. (*)
Editor : Al Mangindo